Lapas Wahai Periksa Fitur dan Riwayat Penelusuran Wartelsuspas, Pastikan Bebas Penyalahgunaan
Wahai, indonesiatimur.co – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai gelar pemeriksaan mendalam dan penyisiran di ruang Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas), Selasa (26/05/2026). Pemeriksaan ini menyasar seluruh sudut ruangan dan kelayakan teknis perangkat komunikasi yang disediakan bagi Warga Binaan.
Dalam aksi tersebut, petugas pengamanan menyisir setiap sudut area Wartelsuspas guna memastikan tidak ada barang terlarang yang disembunyikan. Pemeriksaan kemudian difokuskan pada pengecekan detail fitur perangkat keras, validasi nomor kontak, hingga pelacakan riwayat penelusuran pada sistem operasi handphone untuk menjamin sarana tersebut tidak disalahgunakan.
Pemeriksaan intensif ini dipantau langsung oleh regu pengamanan yang bertugas demi menjaga ketertiban selama proses pengecekan berlangsung sekaligus langkah perawatan preventif terhadap fasilitas negara. Petugas memastikan koneksi jaringan, kualitas suara mikrofon, dan layar perangkat tetap berada dalam kondisi prima agar hak komunikasi Warga Binaan tidak terganggu oleh kendala teknis.
Komandan Jaga Lapas Wahai, Elvis Angkotta, menjelaskan pengawasan di area hilir komunikasi Warga Binaan harus diperketat secara berkala melalui pemeriksaan fisik maupun digital. “Kami menyisir seluruh sudut ruangan dan memeriksa setiap unit perangkat secara mendalam. Pengecekan riwayat penelusuran dan pembatasan fitur ini penting untuk memastikan tidak ada Warga Binaan yang mengakses situs terlarang atau menggunakan fasilitas ini di luar ketentuan hukum,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Usman Bakri, menegaskan sterilisasi fungsi Wartelsuspas merupakan komitmen penegakan tata tertib di Lapas. “Fokus kami adalah memastikan sarana komunikasi ini dalam keadaan baik dan layak digunakan. Kami mengontrol ketat penggunaannya agar komunikasi Warga Binaan benar-benar bersih, tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang melanggar hukum, dan murni hanya untuk terhubung dengan keluarga,” tuturnya.
Langkah deteksi dini melalui pengawasan digital ini mendapat perhatian khusus Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya. Ia menyampaikan pembatasan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap alat komunikasi resmi merupakan benteng utama dalam menjaga integritas Lapas.
“Pemeriksaan mendalam terhadap handphone Wartelsuspas adalah tindakan nyata kami untuk menutup celah penyelundupan informasi dan masuknya konten terlarang. Fasilitas ini kami sediakan dengan standar kelayakan yang baik, namun pengawasan tetap nomor satu demi menciptakan lingkungan Lapas Wahai yang aman dan kondusif,” tegas Tersih.
Dari hasil pemeriksaan menyeluruh tersebut, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran fitur maupun akses ke situs terlarang. Seluruh perangkat handphone Wartelsuspas berfungsi optimal dan langsung dibuka kembali untuk melayani kebutuhan komunikasi Warga Binaan sesuai jadwal. (it-06)


